![]() |
(Dok.Istimewa) Warga dan pengunjung berupaya menggagalkan upaya korban mengakhiri hidupnya dengan melompat ke laut di bibir Pantai Watu Ulo, Jumat (15/5/2026) |
Peristiwa itu sontak membuat pengunjung yang berada di sekitar lokasi panik dan mendatangi bebatuan di bibir karang demi menyelamatkan korban.
Beruntung, aksi nekat tersebut berhasil dihentikan oleh pengunjung lain sebelum korban melompat ke laut.
Kapolsek Ambulu, AKP Solikhan Arief membenarkan adanya peristiwa tersebut. Polisi menerjunkan personel SPKT, Unit Intelkam serta Unit Reskrim ke lokasi untuk mengamankan situasi sekaligus mengevakuasi korban.
Korban diduga mengalami depresi akibat persoalan keluarga yang tak kunjung usai.
"Informasi dari suaminya, yang bersangkutan ada masalah keluarga dengan mertuanya. Lalu korban pergi sendiri ke Pantai Watu Ulo tanpa sepengetahuan keluarganya," ujar Arief saat dikonfirmasi, Jumat (15/5/2026).
Sesaat setelah tiba di lokasi, korban langsung berjalan menuju gugusan bebatuan di tepi pantai dan diduga berniat melompat ke laut. Namun, aksi tersebut dapat digagalkan oleh warga dan pengunjung yang berada di sekitar lokasi.
Menurut keterangan sejumlah saksi, korban sempat berteriak histeris saat diamankan menjauhi bibir pantai.
Setelah diamankan, Polisi bersama keluarga menunggu kondisi psikologis korban membaik sebelum memberikan penanganan lebih lanjut.
"Tidak ada lukas fisik karena korban berhasil dievakuasi sebelum terjun ke laut," jelas Arief.
Setelah kondisi dinilai mulai stabil, polisi berkoordinasi dengan keluarga untuk memulangkan korban ke rumah keluarganya di Desa Tempurejo.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar