Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Tag Terpopuler

Main COC Saat Bahas Stunting, DPRD Jember Kena Tamparan Etik

Selasa, 12 Mei 2026 | Selasa, Mei 12, 2026 WIB Last Updated 2026-05-12T17:13:48Z

(Dok. Suar Media) Ketua DPRD Ahmad Halim saat di wawancara sejumlah wartawan

Jember - Rapat soal stunting dan campak di DPRD Jember berubah menjadi sorotan publik. Bukan karena solusi yang lahir dari forum itu, melainkan ulah seorang anggota dewan yang diduga asyik bermain Clash of Clans (COC) sambil merokok saat rapat berlangsung.

Video yang merekam perilaku tersebut viral di media sosial sejak Senin (11/5/2026). Dalam rekaman itu, seorang anggota Komisi D DPRD Jember terlihat membuka permainan di telepon genggamnya ketika rapat dengar pendapat tengah membahas persoalan kesehatan masyarakat bersama Dinas Kesehatan, BPJS, dan kepala puskesmas se-Jember.

Rapat yang berlangsung di Ruang Banmus DPRD Jember itu sedianya membahas isu serius mengenai penanganan stunting dan penyakit campak. Namun perhatian publik justru beralih pada perilaku legislator yang dinilai tidak mencerminkan etika pejabat publik.

Anggota dewan yang terekam dalam video diketahui bernama Ra Syahri Fadil Muzakki, politikus Fraksi Gerindra. Di saat anggota dewan lain berdebat mengenai validitas data kesehatan warga, Ra Syahri justru tampak fokus pada layar telepon genggamnya.

Ketua DPRD Jember Ahmad Halim mengaku menyayangkan kejadian tersebut. Ia menyebut tindakan itu mencoreng marwah lembaga legislatif.

“Kami atas nama pimpinan DPRD menyampaikan permohonan maaf dan akan memproses karena ini menyangkut etika lembaga DPRD,” kata Halim kepada wartawan, Selasa (12/5/2026).

Menurut Halim, persoalan itu tidak berhenti pada teguran biasa. DPRD akan menyerahkan kasus tersebut ke Badan Kehormatan (BK) untuk dilakukan pemeriksaan etik dan penentuan sanksi sesuai tata tertib dewan.

Ia juga memastikan Fraksi Gerindra akan mengambil langkah internal terhadap kadernya tersebut. Halim menyebut Ra Syahri masih tergolong anggota baru dan belum mengikuti pendidikan kaderisasi partai.

“Kami dari Fraksi Partai Gerindra akan memproses anggota tersebut,” ujarnya.

Peristiwa itu memantik kritik publik karena terjadi di tengah pembahasan isu kesehatan yang menyangkut masyarakat luas. Warganet menilai ruang rapat dewan seharusnya menjadi tempat pengambilan kebijakan, bukan arena bermain gim.

Hingga berita ini ditulis, Ra Syahri Fadil Muzakki belum memberikan keterangan. Dihubungi melalui telepon maupun pesan WhatsApp tidak mendapat respons. Saat dicari di Gedung DPRD Jember, yang bersangkutan juga tidak berada di ruang Komisi D maupun ruang Fraksi Gerindra.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar