![]() |
| (Galih Syahbatul Arkom/SuarMedia) Ketua Satgas MBG Jember saat lakukan sidak di SPPG Al Mubarok Kaliwates, Kamis (21/5/2026) |
Hal itu dibenarkan oleh Kepala SPPG Al Mubarok Kaliwates, Ahmad Farid Anam, dia menyebut keputusan suspensi berasal dari Badan Gizi Nasional (BGN) sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
"Hari ini kami tidak beroperasi dan kita tidak melakukan distribusi. Jadi kita sementara sudah disuspen," ujar Farid kepada wartawan, Kamis (21/5/2026)
Farid mengaku belum mengetahui pasti berapa lama suspensi operasional akan diberlakukan.
"Berapa lama suspen masih belum ada konfirmasi. Pastinya kita sudah disuspen, kita masih masih menunggu keputusan terkait hasil lab," imbuh Farid.
Di sisi lain, Satgas penanganan dugaan keracunan menu MBG juga melakukan evaluasi terhadap dapur SPPG Al Mubarok Kaliwates.
Saat ditanya perihal suspensi yang diberlakukan terhadap SPPG Al Mubarok, Ketua Satgas MBG Kabupaten Jember, Ahmad Imam Fauzi menegaskan pihaknya hanya memiliki kewenangan memberikan rekomendasi, bukan mengambil mengambil keputusan suspensi.
"Karena Satgas kewenangannya hanya merekomendasikan, biarlah anasir Satgas bekerja dulu. Nanti akan saya rekomendasikan kepada pengampu policy untuk disuspen atau tidak disuspen dalam konteks ini," ujarnya.
Fauzi menilai, meski hasil laboratorium belum keluar fakta adanya korban keracunan sudah cukup menjadi perhatian serius.
"Faktanya ada korban, itu fakta. Itu hilir-hilirnya gitu. Berarti ada sesuatu di hulunya," lanjut Fauzi
Dia menekankan, keselamatan penerima manfaat program MBG harus menjadi prioritas utama.
"Padahal policy-nya keselamatan itu harus diutamakan, bukan target berapa SPPG, gitu loh," tegasnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar